Kenaikan harga BBM tidak hanya membuat harga barang tinggi dan naeknya ongkos transportasi saja tetapi juga membuat para blogger jadi mikir untuk menyalurkan hobinya ngeblog. Naiknya harga kebutuhan pokok dan transportasi bagi blogger-blogger sekolahan yang masih disuap sama mamah papah sedikit banyak mempengaruhi kehidupan blognya.
Sebut saja tejo yang saat ini sedang menimba elmu di sebuah perguruan tinggi swasta di kesultanan Jogja. Sebelum BBM naek, sitejo masih bisa menyisihkan sebagian uang makannya untuk pergi ke warnet, mengunjungi blog teman-teman mayanya, memberi komen dan meng-update isi blognya. Rutinitas ini sudah dilakoninya sejak awal tahun lalu setiap dua minggu sekali. Sekarang tejo berfikir keras untuk tetap bisa ngeblog. Biaya hidup yang semakin naik sementara kiriman orang tua di kampung jumlahnya tidak naik membuat tejo berfikir untuk mematikan saja blog-nya.
Surti termasuk gadis yang beruntung. Setelah hijrah ke kota kembang sejak dua tahun yang lalu dari kota kelahirannya di kampung di tanah jawa. Sekarang dia bekerja di sebuah swalayan yang cukup terkenal di kota ini. Dan karena lingkungan kos tempat Surti tinggal kebetulan adalah lingkungan kos anak kuliahan, Surti ketularan hobi ngeblog juga. Blognya aktif sejak dua bulan lalu di sebuah layanan blog gratisan. Karena masih baru ngeblog Surti sedang anget-angetnya menjalani hobi barunya itu. Hari minggu Surti sering kelihatan sudah nongkrong di sebuah warnet di dekat kos-nya. Tapi sejak BBM naik praktis Surti berfikir ulang akan hobi barunya tersebut. Surti akhirnya memutuskan meninggalkan hobi ngeblog-nya kemarin.
Kenaikan BBM membuat semakin banyak blog yang mati kelaparan karena blogger-nya tidak mempunyai dana untuk memberinya makan. Jika anda mengetahui atau mendengar akan kematian sebuah blog dikarenakan kenaikan BBM ini silakan sharing cerita anda dikolom komen dibawah ini.
Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments