Saya duduk paling depan disebuah pertandingan soccer, menyemangati yang sedang semangat maen soccer six (6 pemain dengan aturan tertentu). Tiba-tiba seorang pemain terlihat memukul pemain lawannya sehingga wasit segera menghentikan permainan. Pemain yang memukul lawan-nya tersebut terlihat masih marah dan kelihatan masih ingin melampiaskan emosinya.
Sayangnya lawan yang kena pukul bukan pemain kampungan. Dia diam aja dan menyerahkan diri ke wasit. Dan kebetulan juga lingkungan disitu tidak mendukung si pemain tukang emosi tadi, dan dalam waktu singkat teriakan huuuu, kampungan, “kampoengan lu” mulai terdengar dan semakin ramai.
Didunia blogger, seorang blogger dikatakan kampoengan juga jika kelakuannya kayak si tukang emosi tadi. Tidak bisa menerima pendapat yang berbeda dari blogger lain, mudah tersulut emosi-nya dan tanpa kontrol, kalimat-kalimat pedas langsung tertuju ke blogger musuh. Dia tidak perduli apa yang sedang dibahas, yang penting baginya bukan itu, tapi bagaimana kalimat-kalimatnya bisa menyakiti blogger yang dianggapnya musuh itu.
Blogger kampoengan layak diberi komen “kampoengan lu”. Bagaimana, Anda setuju?
Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments